“Korban belum berumah tangga. Selama ini akibat penyakitnya, dia ketergantungan dengan obat medis yang dimakannya setiap hari. Dulunya korban merupakan penginjil sebelum sakit,” kata saksi.
Keterangan saksi lainnya, mereka melihat korban membeli pertalite di warung dengan membawa 2 botol air mineral ukuran 1,5 liter pada Kamis (15/9/2022).
Setelah mengumpulkan berbagai keterangan, keluarga mengakui korban sengaja membakar diri hingga tewas. Selanjutnya keluarga disaksikan Kepala Desa Pekan Kamis dan Kepala Dusun membuat surat pernyataan bermaterai, meminta polisi untuk tidak mengautopsi jenazah.
Wakapolsek Dolok Masihul Iptu H Sagala membenarkan adanya kejadian perempuan diduga bakar diri tersebut.
“Keluarga sudah pasrah dan memang meyakini kalau korban meninggal akibat bunuh diri,” ujarnya.