"Sekitar 25 persen dari 60 persen yang masih antara mau, nanti, menunda. Padahal dia tenaga kesehatan yang setiap saat tidak bisa mengelak pasien Covid-19," katanya.
Menurutnya, vaksinasi terhadap nakes merupakan prioritas utama. Sebab mereka memiliki potensi yang sangat besar terpapar Covid-19 dalam merawat pasien dengan berbagai macam penyakit.
"Tenaga kesehatan nanti kita panggil. Ini sudah instruksi dan kondisi darurat," ujar Edy.
Diketahui, vaksinasi dilakukan di 703 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Medan, Binjai, Kabupaten Deliserdang dan Simalungun. Prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan faskes daerah.
Bagi tenaga kesehatan yang belum disuntik vaksin akan dipanggil dan diberi vaksinasi. Baik di kantor tempat mereka bekerja atau dengan vaksinasi massal.