Adanya renovasi ini terdapat beberapa arsitektur bangunan yang diadopsi dari bangunan China, seperti bentuk atap masjid yang semakin melebar ke bawah dan melengkung di tiap sisinya dari atap masjid.
Selain itu, masjid ini menjadi simbol toleransi cukup kuat di Kota Medan karena memiliki bangunan yang menyimbolkan tiga gaya sekaligus, yakni China, Melayu dan Arab.
Budaya Melayu terlihat dari dominasi warna kuning dan hijau serta sejumlah ornamennya. Sementara, budaya timur tengah terwakili dari gapura dan mimbar yang ada di dalam masjid pada arsitektur mimbar dan ukirannya sangat kental dengan gaya timur tengah atau Arab.
Renovasi sempat dilakukan pada bagian atap dan dulunya atap masjid tersebut menggunakan seng kemudian diganti dengan baja ringan. Dinding lantainya diubah menggunakan marmer untuk dinding, sedangkan lantai dengan granit.
Meskipun dilakukan pergantian tapi tidak mengurangi ciri khas Masjid Lama Gang Bengkok dan tidak ada perubahan bentuk pada masjid Lama Gang Bengkok ini.