Marak Fenomena Emak-Emak Brondolan, Pengusaha Sawit di Sumut Resah

Wahyudi Aulia Siregar
Ilustrasi Marak Fenomena Emak-Emak Brondolan, Pengusaha Sawit di Sumut Resah (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)

Maraknya kehadiran Makbro, kata Timbas, disinyalir terjadi karena keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berskala kecil dan tidak memiliki kebun sawit. PKS berskala kecil ini muncul karena untuk pengurusan izin mendirikan PKS saat ini sangat mudah. Hanya dengan mengurus izin lewat Online Single Submission dan Pemerintah Daerah tanpa kewajiban memiliki kebun sawit. 

Di mana karena tidak memiliki kebun, PKS tersebut melakukan berbagai cara untuk mendapatkan buah sawit. Termasuk menerima brondolan sawit dari warga.

"Seperti hasil curian dari para Makbro itu," katanya.

Pendapatan jadi Makbro, sebut Timbas, cukup besar karena harga jual brondolan sawit lebih mahal dari harga tandan buah segar (TBS) yang masih memiliki janjangnya. 

"Selisihnya bisa lebih dari Rp1.000 per kg. Lebih tinggi  harga brondolan sawit ketimbang TBS. Itu karena brondolan sawit memiliki tingkat asam lemak yang lebih tinggi dan cocok untuk dijadikan bahan baku biodiesel," katanya. 

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dramatis! IRT di Tapsel Ditangkap Bawa Ganja 3 Kg, Sang Anak Menangis Histeris

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,1 Guncang Nias Selatan Sumut

57 tahun lalu

Bareskrim Ungkap Kasus Heroin 15 Kg di Sumut, 1 Tersangka Ditangkap

57 tahun lalu

Cekcok dengan Istri, Suami di Tapanuli Tengah Bakar Rumah

57 tahun lalu

Cek Kesehatan Gratis, Dokter dan Nakes TNI Keliling Rumah Warga Terdampak Bencana Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal