Tak hanya itu, mereka bahkan mendampingi sampai ruang IGD Rumah Sakit Mitra Sejati dan menjadi penanggung jawab korban agar mendapat tindakan medis.
"Di rumah sakit dia menjadi penanggungjawab saya. Tapi dia tidak bilang nama. Dia juga bilang mau bantu menangkap pelaku, karena dia dari Polda Sumut," ucapnya.
Kemudian begitu keluarga korban datang ke rumah sakit, pelaku minta izin keluar untuk membeli makanan.
"Dia bahkan sempat menawarkan kepada saya mau dibelikan makanan apa," ucapnya.
Namun hingga dua jam ditunggu, orang yang menolong tersebut tak kunjung kembali.
"Saat itu saya baru teringat dengan motor saya. Terus saya cek tas, kondisi sudah acak-acakan dan sudah tidak ada lagi STNK dan kunci motor. Saya suruh suami cek motor di parkiran sudah tak ada," kata korban.