Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Teguh Setiawan mengatakan pihaknya bersama BBTNGL dan mitra lainnya seperti WCS-IP dan Yayasan Hutan Untuk Anak (YHUA) masih berada di lokasi berkomunikasi dengan masyarakat dan mendinginkan suasana.
“Karena masyarakat mulai resah dan minta dievakuasi. Langkah-langkah persiapan sudah disusun, salah satu kandang (kerangkeng) sudah diambil dari Besitang,” katanya.
Menurutnya, kemungkinan harimau akan direlokasi. Namun pihaknya tetap melihat situasi di lapangan terkait keberadaan harimau tersebut.
“Sepertinya memang mengarah mau direlokasi,” ucapnya.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok, BBTNGL, Palber Turnip mengatakan, kandang jebak tersebut, hari ini akan dipasang dan meletakkan kambing untuk memancing datangnya harimau.
“Hari ini akan dipaksakan terpasang. Kambing dijadikan alat pancingan agar harimau itu mau masuk ke dalam kandang jebak," ucapnya.