“Saya bersama Kepala Desa Bandar Kalifah dan Kepala Desa Bandar Klippa turun langsung meninjau ke lapangan untuk mengetahui dan melihat langsung akar permasalahan yang mengakibatkan sering terjadinya banjir,” tuturnya.
Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa saluran parit tidak tersambung sekitar 100 meter, menyebabkan air meluap ke badan jalan. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Dengan melihat fakta di lapangan ini, tentu kami akan mencari solusinya, bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan parit yang kurang berfungsi,” katanya.
Tak hanya inspeksi, reses juga dimanfaatkan Herti untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Warga menyambut hangat kesempatan menyuarakan aspirasi secara langsung. Dua hal yang paling dominan adalah jalan rusak dan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
“Saya akan kawal setiap aspirasi yang masuk, agar bisa segera direalisasikan. Ini bukan janji, tapi bentuk tanggung jawab politik dan moral saya sebagai wakil rakyat,” ucap perempuan kelahiran Tongging, 1 Maret 1980 ini.