Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa jam di antara material bangunan yang hancur. Proses evakuasi melibatkan Basarnas, Polrestabes Medan, petugas pemadam kebakaran, dan relawan.
Petugas menyingkirkan puing secara manual serta menggunakan alat berat untuk menjangkau bagian bangunan yang sulit diakses. Struktur rumah yang rusak dan tumpukan material membuat proses pencarian berlangsung rumit.
Sedikitnya 400 personel gabungan dilibatkan dalam operasi tersebut. Ledakan terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB dan menghancurkan satu unit rumah.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian terhadap korban telah selesai," ujar Jean Calvijn.
Dari enam korban yang terdata, tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya berhasil diselamatkan.