Dia menuturkan, cekcok itu berlanjut dengan saling dorong. Percecokan sempat dilerai oleh penjaga kolam renang, namun pelaku kembali menghampirinya saat dia mencoba mengambil alat penutup telinga yang terjatuh.
Menurutnya, percekcokan kembali berlanjut dan tiba-tiba pelaku menendang ke arah kemaluannya. Tendangan tersebut membuat dia tidak sadarkan diri dan terjatuh ke kolam.
"Dia datang lagi dan menendang ke arah alat vital saya. Setelah dia tendang terus saya tidak sadar lagi dan nyemplung ke dalam kolam," katanya.
Dia menjelaskan, tendangan pelaku menyebabkan terluka pada bagian kemaluannya. Hasil visum dari rumah sakit menunjukkan ada luka lebam.
"Hasil visumnya ada pembekakan di daerah vital, kemudian ada lebam," katanya.
Suami korban yang tidak terima dengan penganiayaan terhadap istrinya ini telah membuat laporan ke polisi. Suami korban berharap pelaku dapat diproses hukum.
Ketua Isori Asahan, Taufik mengecam aksi pelaku yang dinilainya sangat tidak pantas, apalagi terhadap seorang perempuan. Dia memastikan, akan mengawal kasus penganiayaan ini di polisi.
"Kita berharap ada tindakan tegas dari aparat hukum dan kita berharap juga kepada Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk mencabut lisensi pelaku untuk tidak bisa lagi melatih di manapun," ucap Taufik.