Kapolrestabes Medan Kombes Pol J Calvin Simanjuntak mengatakan operasi pencarian telah selesai. Namun, proses penanganan perkara tetap dilanjutkan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
“Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian terhadap korban telah selesai," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, penanganan perkara tidak berhenti sampai di sini. Polisi membentuk tim khusus bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menyelidiki secara menyeluruh penyebab terjadinya ledakan.
Seluruh korban meninggal kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Polisi bersama PGN akan memeriksa kondisi jaringan pipa gas di sekitar lokasi. Penyelidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan menganalisis temuan dari tempat kejadian perkara. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah ledakan berkaitan dengan kebocoran jaringan pipa gas bawah tanah atau dipicu faktor lain. Polisi belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur kelalaian.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Tim khusus juga akan mendalami kondisi bangunan sebelum ledakan serta aktivitas yang terjadi di sekitar rumah.