Dia juga menyebut bahwa petugas yang diduga melakukan penangkapan keliru itu berasal dari Polrestabes Medan, meski hal tersebut masih perlu diklarifikasi. “Benar, informasinya begitu. Tapi sebaiknya dicek lagi,” ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, jadwal penerbangan mengalami keterlambatan. Iskandar merasa dirugikan secara moral dan pribadi, serta menilai tindakan itu telah mencoreng reputasinya sebagai figur publik. Dia kini berencana mengambil langkah hukum.
“Kami akan melakukan langkah hukum. Saya sudah konsultasi ke pengacara. Saya sudah dipermalukan, harga diri saya jatuh dan sampai sekarang tidak ada permintaan maaf,” ucapnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan salah tangkap tersebut.