Kenapa Orang Karo Tidak Mau Disebut Orang Batak? Ada Kisah Raja dari India Selatan

Nani Suherni
Merdang Merdem: Kerja Tahunan Suku Karo (Foto: Collectie Tropenmuseum Dans van Karo Batak Meisjes)

Terciptanya Marga dari Suku Karo

Kenapa Orang Karo Tidak Mau Disebut Orang Batak, Tari Piso Surit (Foto: Instagram/Sumut Berbudaya)

Lahir anak ketujuh Karo ini juga menjadi cikal bakal terciptanya merga di Suku Karo. Merga pun akhirnya menikah dengan anak Tarlon (saudara bungsu dari Miansari) bernama Cimata.

Merga dan Cimata pun memiliki lima anak laki-laki yang namanya menjadi induk marga Suku Karo. Anak pertama yakni Karo (sebagai leluhur agar diingat para keturunannya). Anak keduanya yakni Ginting.

Anak ketiga yakni Sembiring. Nama itu diambil kata kata Si Mbiring yang artinya hita. Konon, Sembiring ini paling hitam di antara saudaranya. Anak ke empat Peranginangin. Dia diceritakan lhahir saat angin puting beliung. Sementara anak kelima atau bungsu diberi nama Tarigan.

Itulah sejarah kenapa orang Karo tidak mau disebut orang Batak. Mereka tidak ingin menghapus sejarah leluhurnya hingga disebut suku Batak.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

57 tahun lalu

Daftar Marga di Maluku, Sejarah dan Identitas Sosial

57 tahun lalu

Pesona dan Sejarah Panjang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

57 tahun lalu

Asal-usul dan Sejarah Gunung Lewotobi Laki-Laki, Fenomena Alam Menakjubkan di Flores

57 tahun lalu

Sejarah dan Asal Usul Bobotoh, Suporter Fanatik Persib Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal