Kasus Stunting di Sumut Memprihatinkan, BKKBN Sebut 13 Daerah Berstatus Merah

Stepanus Purba
BKKBN menggelar sosialisasi percepatan penanganan kasus stunting di Medan. (Foto: Ist)

MEDAN, iNews.id - Kondisi prevalensi stunting di Sumatera Utara (Sumut) berdasar Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 sangat memprihatinkan

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menyebutkan, 13 dari 33 kabupaten/kota yang berada di Sumut berstatus merah alias memiliki prevalensi stunting di atas angka 30 persen.
 
Mandailing Natal dengan prevalensi stunting 47,1 persen memuncaki peringkat nomor 2 dari 246 kabupaten/kota pada 12 provinsi prioritas berdasar data SSGI 2021. 

Sedangkan Padanglawas yang berprevalensi 42 persen, masuk dalam 10 besar daerah berstatus merah.
 
Status merah selain disandang Mandailing Natal dan Padang Lawas, juga mencakup Pakpak Bharat, Nias Selatan, Nias Utara, Dairi, Padang Lawas Utara, Nias, Kota Padangsidempuan, Langkat, Batubara, Labuan Batu Utara serta Tapanuli Selatan.

Sementara yang berstatus kuning atau yang memiliki prevalensi stunting di kisaran 20 hingga 30 persen meliputi Samosir, Simalungun, Nias Barat, Labuan Batu, Labuhan Batu Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Kota Gunung Sitoli, Kota Tanjung Balai, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Karo, Toba Samosir, serta Binjai. Tepatnya daerah yang berstatus kuning di Sumut berjumlah 14 daerah.
 
Daerah berstatus hijau yang memiliki prevalensi stunting di kisaran 10 hingga 20 persen mencakup 6 daerah. Keenamnya terdiri atas Serdangbedagai, Kota Meda, Asahan, Kota Tebingtinggi, Kota Pematangsiantar dan Deliserdang.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, BKKBN yang diberi amanah oleh Presiden Joko Widodo melalui Peratutan Presiden/Perpres Nomor 72/2021 sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Indonesia berharap konvergensi lintas sektoral sungguh-sungguh bisa terlaksana dan membutuhkan komitmen serta kerja keras semua pihak.
 
“Program, kegiatan dan anggaran untuk percepatan penurunan stunting menjadi saling melengkapi sehingga intervensi yang diberikan betul-betul diterima oleh rumah tangga sasaran,” kata Hasto Wardoyo saat Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) di Medan, Kamis 10/3/2022).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Para Pemenang Kementerian dan Lembaga Negara Awards 2024, BKKBN Raih Kinerja Terbaik

57 tahun lalu

Stand Pemkab Barito Utara Raih Juara Terbaik I Lomba Inovasi Stunting 2024

57 tahun lalu

BKKBN Ajak Masyarakat Siap Hadapi Bonus Demografi dengan Cegah Stunting

57 tahun lalu

Pemkab Sleman Sukses Turunkan Stunting, Kasus Tinggal 15 Persen

57 tahun lalu

BKKBN Sebut Warga Berpendidikan Tinggi  Enggan Gunakan Alat Kontrasepsi Modern

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal