Rapat desa bersama Muspika sudah menghasilkan keputusan. Kepala desa membuat surat pengunduran diri lalu membacakan surat tersebut di hadapan peserta musyawarah.
Sebelumnya, warga memblokade jalinsum diduga karena kekecewaan dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Warga menilai, kades beserta perangkat desa tidak adil atau merata dalam penyaluran BLT.
Sementara itu, Kades Hanapi Nasution mengatakan, penyaluran BLT akibat dampak Covid-19 di desa tersebut sudah sesuai prosedur. Dia menjelaskan, penyaluran BLT tahap kedua yang bersumber dari dana desa (DD) diterima sebanyak 70 orang dengan besaran Rp600.000. Penyaluran ini sama dengan yang tahap pertama.
"Jumlah penerimanya 70 orang, ini penyaluran tahap kedua. Soal aksi blokade jalan yang mereka lakukan itu saya tidak paham apa alasannya. Yang pasti saya sudah jalankan sesuai aturan dan hasil musyawarah desa," kata Kades.
Informasi diperoleh, aksi blokade jalan karena ada sekelompok warga yang menginginkan BLT tersebut dibagi rata.Mereka menginginkan semua warga di Desa Hutapuli mendapat bantuan yang bersumber dari dana desa. Sementara data penerima hanya 70 orang.