Dedi mengatakan, DA juga diketahui cukup aktif di media sosial. Dalam jaringan komunikasi DA di media sosial, ditemukan soal perencaan aksi terorisme di Bali. Temuan itu saat ini tengah didalami oleh Densus 88.
“Itu lagi didalami dan dikembangkan. Apakah pelaku RMN (Rabbial Muslim Nasution) ini dalam melakukan serangannya ini memiliki jejaring, baik terstruktur ataupun nonstruktur. Ini masih didalami oleh Densus 88,” katanya.
Sementara pelaku bom bunuh diri, Rabbial, sesuai biodata e-KTP-nya lahir di Medan, 11 Agustus 1995. Alamatnya di Jalan Jangka, Gang Tentram, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumut. Statusnya pelajar atau mahasiswa.
Sebelumnya, seorang laki-laki yang terekam CCTV menggunakan jaket driver ojek online, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan. Tidak lama kemudian, terjadi ledakan diduga bom bunuh diri. Pria tersebut diduga Rabbial Muslim Nasution (24) atau Dede. Pelaku tewas dengan kondisi mengenaskan. Potongan tubuhnya berceceran di halaman Mapolrestabes Medan.
Ledakan itu juga mengakibatkan enam korban terluka, masing-masing empat polisi, satu pegawai harian lepas (PHL), dan satu warga sipil. Selain itu, ledakan bom bunuh diri tersebut mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.
Dalam melakukan aksinya, pelaku bom bunuh diri diduga melilitkan bom di pinggangnya. Dari hasil olah TKP, Densus 88 menemukan sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi kejadian di antaranya plat besi, paku berbagai ukuran, baterai 9 volt, tombol switch on off, dan potongan kabel.