Namun saat berjemur, korban diduga justru mendapat kekerasan dan hukuman fisik dari seniornya berpangkat Kopda. Korban disebut dipukul menggunakan ranting kayu dan ditendang pada bagian rusuk dada.
Melihat kondisinya semakin lemah, rekan-rekannya segera membawa korban ke bagian kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Kurang lebihnya anak saya sakit lalu menghangatkan badan. Lalu datang seniornya menanyakan kondisi korban dan membantu memijat. Kemudian datang seniornya, Kopda ini. Anak saya dibawa ke samping, lalu disuruh menunduk dan dipukul pakai ranting punggungnya. Lalu ditendang sampai jatuh," katanya.
Zakaria juga menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa yang menimpa putranya hingga meninggal saat menjalankan tugas negara di Papua.
"Walau saya hanya sekdes, keluargaku ada TNI Polri. Saya kecewa anakku bukan mati diujung senjata, tapi oleh sesama TNI, di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI," ucapnya.
Jenazah prajurit TNI meninggal di Papua itu rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menyatakan akan menempuh langkah hukum guna mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya prajurit TNI meninggal di Papua tersebut.