Tim gabungan memperluas pencarian dengan melakukan penggalian bertahap di sejumlah titik prioritas.
Hery menjelaskan, proses pencarian terkendala medan longsor yang luas serta kondisi tanah yang masih labil akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.
“Tim melakukan pencarian manual, penggalian material longsor menggunakan alat berat, hingga penyisiran di titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi warga dan analisa tim di lapangan,” katanya.
Selain itu, tim SAR gabungan juga harus bekerja dengan hati-hati karena lokasi longsor berpotensi mengalami longsor susulan. Kondisi tanah yang lembap membuat proses evakuasi dilakukan secara perlahan demi menjaga keselamatan petugas.
Setelah pencarian selama berjam-jam, Sariman akhirnya ditemukan pada Rabu pagi sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.