Menurut Djuhadi, keluarga Syarif termasuk warga yang menutup diri, jarang bergaul dengan tetangga. "Mereka tertutup dan jarang bergaul," ucapnya.
Djuhadi menuturkan, Syarif pernah menjadi sekuriti namun beberapa bulan belakangan berhenti dari kerjaan tanpa alasan yang jelas. "Kabar-kabarnya karena tidak mau menghormati bendera Merah Putih," ujarnya.
Terakhir kali, Djuhadi melihat Syarif pada Rabu (13/11/2019) sore setelah peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. “Dia pergi sore hari bersama 4 orang temanya mengendarai sepeda motor,” ucapnya.
Hingga malam ini, tim gabungan masih menggeledah rumah tersebut, bahkan ada beberapa rumah yang juga diperiksa oleh petugas gabungan tersebut.