Gelar Rapat Penanganan Banjir, Gubernur Sumut Belum Punya Solusi

Stepanus Purba
Gubernur Sumut, Edy rahmayadi saat meladeni pertanyan wartawan usai rapat di kantor Lurah Beringin, Selasa (18/9/2018) siang.

MEDAN, iNews.id – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku belum memiliki solusi khusus terkait masalah banjir yang terjadi di Medan. Sebelumnya, Edy menggelar rapat terkait penanganan banjir di Kantor Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (18/9/2018) siang.

Menurut Edy, rapat yang digelar selama kurang lebih selama dua jam itu masih menemui jalan buntu. Buntunya pencarian solusi ini menurut Edy diakibatkan tidak ada satu pun yang mampu menjawab penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut.

"Solusinya belum ketemu, karena belum ada yang bisa menjawab saya kenapa daerah ini bisa banjir," ungkap edy saat keluar dari kantor Lurah Beringin.

Edy mengatakan, hasil pembicaraan pada pertemuan tadi yakni akan dicari akar permasalahan banjir dari hulu hingga hilir sungai. "Jadi dalam waktu dua minggu ke depan sudah harus pasti penyebab terjadinya banjir di Kota Medan," ucapnya.

Menurutnya, tim pencari penyebab banjir yang dibentuknya ini berisikan sejumlah ahli mulai dari ahli perairan, sungai, perkotaan, dan dari akademisi. Hal ini menurut Edy sangat penting untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya banjir di Kota Medan.

"Jadi hasil dari kajian para ahli ini akan kita jadilam acuan untuk mengambil kebijakan terkait penanganan banjir," ucapnya.

Saat ditanya bahwa apakah dirinya akan melakukan penggusuran sebagai salah satu kebijakan nantinya untuk penanganan tersebut, mantan Pangkostrad tersebut tidak membantahnya. "Kalau normalisasi sungai memang nanti harus dilakukan berdasarkan hasil kajian, kami akan lakukan itu. Tapi diagnosa harus tepat," kata Edy.

Sementara itu, ihwal antisipasi jangka pendek menghadapi kemungkinan cuaca ekstrim yang masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan, Edy meminta semua pihak untuk berdoa.

"Namun langkah jangka pendek pasti kami siapkan. Kami siapkan posko pengungsian dan mendirikan posko kesehatan. Tapikan bukan ini solusinya," ucapnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi

57 tahun lalu

Dramatis! IRT di Tapsel Ditangkap Bawa Ganja 3 Kg, Sang Anak Menangis Histeris

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal