DELISERDANG, iNews.id – Bentrok fisik antara personel TNI dan Polri nyaris terjadi saat pengamanan laga Kualifikasi Piala Dunia antara Timnas Indonesia melawan Australia. Insiden terjadi di pintu masuk Tribun Timur Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deliserdang, Kamis (11/6/2026).
Kesalahpahaman tersebut sempat diwarnai aksi adu mulut, saling tarik kerah baju, hingga pelemparan marka jalan sebelum akhirnya berhasil diredam oleh komandan masing-masing satuan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan ini bermula dari masalah pengecekan tiket masuk stadion. Awalnya, tiga oknum polisi berpakaian preman (sipil) mencoba masuk ke dalam stadion melalui pintu Tribun Timur.
Pintu tersebut dijaga oleh seorang anggota TNI yang mengenakan rompi pengamanan. Petugas TNI tersebut menghentikan ketiganya dan menanyakan tiket masuk. Namun, ketiga oknum polisi tersebut menolak menunjukkan tiket dan mengaku bahwa mereka adalah petugas yang sedang berdinas melakukan pengamanan (Pam).
Sesuai prosedur, petugas jaga TNI dengan tegas menyatakan bahwa siapa pun yang tidak memiliki tiket resmi dilarang masuk ke dalam area stadion.
Mendengar jawaban tegas dari petugas jaga, ketiga oknum polisi tersebut diduga langsung tersulut emosi. Kericuhan pun pecah di depan pintu masuk tribun.
Tak hanya adu mulut, situasi semakin memanas ketika terjadi aksi saling tarik kerah baju antarpetugas. Bahkan, sempat terjadi aksi pelemparan marka jalan di sekitar lokasi.
Oknum polisi berpakaian preman tersebut tidak mengetahui bahwa pria berrompi yang menjaga pintu tiket dan mereka tantang duel adalah seorang prajurit TNI.