“Saya meminta menteri pendidikan untuk mulai mengomunikasikan skenario mitigasi seperti itu. Saya percaya, sebagai inovator, Pak Nadiem bisa melakukan inovasi pendidikan seperti itu,” ucapnya.
Dia menuturkan, hal yang tidak kalah penting adalah memikirkan skenario untuk sekolah dan kampus di luar Jawa, seperti di Indonesia Timur, yang infrastruktur teknologinya mungkin belum sebaik di Jakarta. Dengan begitu, kebijakan yang diambil untuk kawasan seperti itu nanti tidak melulu harus berwujud kelas daring real time.
“Bisa misalnya siswa mengumpulkan tugas kepada guru melalui email atau WhatsApp. Toh selama ini siswa dan guru sudah biasa berinteraksi lewat aplikasi chat. Ini hanya salah satu pilihan saja,” kata wakil rakyat dari Dapil Maluku Utara tersebut.
Menurut Irine, salah satu hal terpenting saat ini yakni mencegah penyebaran virus agar tidak semakin banyak yang terkena.
“Itulah mengapa banyak negara melakukan lockdown atau karantina, mengurangi acara kumpul banyak orang, dan lain-lain. Ini bukan panik, tapi langkah yang masuk akal untuk dilakukan,” ujarnya.
Mitigasi bencana nonalam kata dia, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan jajarannya supaya memiliki mitigasi dan skenario penanganan wabah penyakit yang matang.