Djarot Janji Dirikan Mal Pelayanan Publik di Sumut Jika Jadi Gubernur

Stepanus Purba
Djarot blusukan ke sejumlah kompleks perkampungan Pujomulyo dengan menaiki sepeda motor. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat berjanji mendirikan mal pelayanan publik jika terpilih nantinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut. Mal tersebut menjadi solusi perizinan yang masih berbelit-belit dan maraknya pungli di kawasan pelabuhan.

Hal ini diungkapkan Djarot menyikapi sejumlah keluhan dari para pengusaha dan eksportir di Kota Medan serta karyawan pabrik Mulia Karya di jalan lintas Medan-Binjai, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (17/2/2018). Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha dan eksportir lagi-lagi mengungkapkan sulitnya perizinan dan pungli yang marak di Sumut, termasuk di kawasan pelabuhan.

Menurut salah satu pengusaha eksportir yang juga Ketua Asosiasi Eksportir Buah Pinang, Suranta Sembiring, masalah ekspor di Sumut kerap terkendala di persoalan karantina dan ongkos angkut kontainer. Masalah ini kerap membuat ekspor Sumut dan Indonesia kalah dengan negara seperti China. Padahal, kata Suranta, Sumut memiliki kualitas barang yang sangat unggul dibandingkan negara lain.

“Bahkan, dibandingkan dengan Jawa sekalipun kita unggul. Karena itu, kami berharap kelak jika Pak Djarot diberikan amanah untuk memimpin Sumatera Utara pada 2018-2023, bisa memperpendek pengurusan perizinan, juga memangkas waktu daftar tunggu barang di pelabuhan,” paparnya.

Sementara Djarot mengungkapkan, salah satu solusi yang bisa diberikannya kepada para pengusaha jika terpilih menjadi gubernur Sumut, dengan mendirikan mal pelayanan publik di Sumut. Dengan mal pelayanan publik, Pemprov Sumut bisa menyatukan semua instansi perizinan. "Penyatuan perizinan ini untuk mempermudah para pengusaha dan eskportir nantinya,” ujar cagub yang diusung oleh PDIP dan PPP itu.

Djarot juga mengungkapkan sudah saatnya Pemprov Sumut mencoba komoditas lain seperti pinang, kopi, sapu lidi, kelapa dan komoditas lainnya. Selama ini, Sumut dinilai terlalu fokus pada kelapa sawit dan karet saja. “Jangan hanya fokus ke kelapa sawit dan karet saja. Pak Suranta tadi sampaikan ke saya nilai ekspor buah pinang saja bisa mencapai Rp8 triliun dalam setahun. Kalau pungli dan lama perizinan bisa dipangkas, maka nilainya pasti akan meningkat,” ungkapnya.

Usai bertemu dengan para pengusaha dan karyawan, Djarot selanjutnya blusukan ke sejumlah kompleks perkampungan Pujomulyo dengan menaiki sepeda motor. Sejumlah relawan dan simpatisan dari Djarot-Sihar juga ikut menemaninya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Izin Belum Lengkap, DPRD Badung Hentikan Sementara Operasional Paragliding di Kutuh

57 tahun lalu

Sidak Tempat Hiburan, DPRD Badung Temukan Pelanggaran dan Dorong Migrasi Perizinan

57 tahun lalu

MK Tolak Gugatan Edy-Hasan, Bobby Nasution-Surya Pemenang Pilgub Sumut

57 tahun lalu

Pilkada Sumut, Bobby-Surya Menang Raih 3,6 Juta Suara

57 tahun lalu

Pilkada Sumut 2024, Bobby Nasution Unggul Tipis di TPS Tempatnya Mencoblos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal