"Virus Covid19 benar - benar mengganggu bisnis pariwisata.Kasus Virus Corona lebih memberi dampak negatif dibandingkan saat krisis global," ujar Solahuddin.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana, menyebutkan, virus korona juga berdampak pada menurunnya hunian hotel. Terutama tamu dari Malaysia dan Singapura.
"Biasanya tamu Malaysia dan Singapura masih tetap ada menginap di hotel walau ada krisis global. Namun sejak serangan Virus Corona nyaris tidak ada," ujarnya.
Hunian hotel semakin sepi karena wisatawan nusantara juga terlihat tren menurun. Penurunan hingga 50 persen.
"Hunian hotel tidak sampai 50 persen.Tamu kebanyakan dari lokal atau sekitar Sumut," ujar Denny.