Cerita Si Buyung Besar, Kisah Legenda dari Sumatera Utara tentang Pengorbanan Berbuah Manis

Nani Suherni
Cerita si Buyung Besar, Kisah Legenda dari Sumatera Utara tentang Pengorbanan Berbuah Manis (Foto: Pixabay)

Buyung Besa Gratiskan Dagangan

"Terang siapa yang ingin mengerjakan buah kelapa ini, saya berikan. Minyak kelapanya ambillah untuk kalian. Sabut-sabut dan tempurungnya isikanlah kembali ke dalam kapal hamba," kata Buyung Besar.

Namun, rupanya tak seorang pun membeli. Buyung Besar malah memberikan itu secara cuma-cuma hingga mendapatkan ucapan terima kasih dari warga. Datuk Penghulu tidak berasa marah atas tindakan Buyung Besar hingga menawarkan kembali untuk berlayar. Muatan kali ini padi.

Lagi-lagi, Buyung Besar memberikan padi itu secara cuma-cuma dengan syarat kulit padinya dikembalikan. Lagi-lagi Datuk Penghulu tak marah malah kembali menyuruh Buyung Besar berlayar.

Penemuan Pulau dengan Tumpukan Emas

Hingga saat pelayaran mendadak kapal dan awaknya melihat cahaya di sebuah pulau. Kapal pun mendekat ke lokasi tersebut hingga menemukan pulau dengan tumpukan emas. Saat para awak mengemasi rupanya kapak kesayangan Buyung Besar jatuh ke laut. Dia pun menyelam untuk mengambil kapal itu. Namun, matanya dikagetkan dengan penampakan istana bawah laut.

"Wahai Tuan yang sedang berjaga-jaga, saya ini bernama Buyung Besar dari dunia. Saya datang kemari untuk mencari kapak saya yang jatuh ke dasar laut ini. Tahukah Tuan siapa yang mendapatnya? Saya bersedia menebusnya dengan apa saja," katanya.

Rupanya kapak itu ditemukan putri kerajaan laut tersebut. Sang putri bersedia memberikan kapak tersebut asal Buyung Besar mau menikahinya. Keduanya pun akhirnya menikah hingga diadakan pesta selama 40 hari.

Tak berapa lama, Buyung Besar rupanya berniat untuk kembali ke dunianya. Dia pun mengajak sang istri untuk naik ke daratan.

Awak kapal yang melihat itu pun kaget lantaran Buyung Besar keluar dengan gadis cantik. Mereka pun akhirnya kembali ke kampung halaman.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

57 tahun lalu

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumatra Bertambah jadi 1.016 Orang, 212 Hilang

57 tahun lalu

LAZ Gerakin Salurkan Bantuan Ribuan Paket Logistik ke Korban Banjir Aceh dan Sumut

57 tahun lalu

Update Terkini Korban Bencana Aceh dan Sumatera: 836 Orang Tewas, 518 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal