Cerita Rakyat Sumatera Utara, Putri Hijau 

Ijlal Faiz
Ilustrasi cahaya mirip aurora (Foto: Antara)

Setelah menyampaikan pesan tersebut, Mambang Yazid pun memeluk kedua adiknya. Setelah itu, dia pun terjun ke tengah pertempuran lalu menghilang. 

Sedangkan Mambang Khayali menjelma menjadi meriam yang tak henti-hentinya menembaki prajurit Aceh.  Berjatuhan prajurit Aceh. Namun jumlah mereka amat banyak. Daya meriam kian habis dan kikis hingga akhirnya larasnya patah, terpental kuat ke udara.

Tinggal Putri Hijau di kamar istana berusaha menahan tangis.  Pada saat itu, masuklah Raja Aceh. Dia terpana melihat keindahan Putri Hijau. Kesedihan bahkan menambah daya tarik Putri Hijau. Ada degup kencang di dalam dada Raja Aceh. Yang bayang-bayangkannya kini ada di depan mata. Kemolekan Putri Hijau lebih daripada yang dibayangkannya. Raja Aceh seolah tersihir oleh kecantikan Putri Hijau.

Putri Hijau melihat keterpesonaan Raja Aceh terhadap dirinya. Pada saat itu pula dia menyampaikan permintaan sesuai dengan pesan Mambang Yazid. Akhirnya sang Sultan Aceh pun bersedia untuk memenuhi permintaan Putri Hijau. Singkat cerita mereka akhirnya memenuhi semua kemauan Putri Hijau, Sambil menangis dia pun berseru, “Wahai Kakanda Mambang Yazid, Raja Nan Sakti, Pemegang Janji Paling Teruji,  datanglah. Jemputlah Adinda. Jika Kakanda tak datang, lebih baik Adinda binasa!”

Beberapa saat kemudian akhirnya muncul Naga dari dalam lautan dan memporak porandakan semua dan hanya menyisakan Putri Hijau yang berada di dalam keranda kaca. Akhirnya naga ini pun membawa Putri Hijau ke dasar lautan dan seketika naga itu pun berubah menjadi seorang Mambang Yazid.

 “Di sinilah istanamu sekarang, Adinda. Berbahagia di sini sampai kiamat tiba. Bila rindu, panggil saja Kanda. Kita akan bertemu lagi,” ujar Mambang Yazid lalu kembali menghilang dari pandangan Putri Hijau.

Mambang Yazid sempat kembali Deli Tua untuk menemui adiknya,  Mambang Khayali yang telah berubah kembali menjadi manusia. Dia jugalah yang memberi izin kepada Mambang Khayali bertapa di Gunung Sibayak dan tetap meninggalkan meriam puntung di Tanah Deli. Menurut cerita orang-orang dulu, setelah bertemu dengan kedua adiknya, Mambang Yazid  yang sakti itu berdiam di Selat Malaka.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kesaktian Mpu Barada, Penasihat Raja Airlangga Kalahkan Calon Arang Penyihir Perempuan

57 tahun lalu

10 Contoh Cerita Rakyat Pendek Terpopuler, Penuh Pesan Moral!

57 tahun lalu

Cerita Rakyat Nyi Plered, Asal-usul Pusaka Tombak Raja-raja Tanah Jawa

57 tahun lalu

Cerita Rakyat Batu Gantung, Sosok Gadis Cantik Seruni yang Teperangkat Lubang

57 tahun lalu

Legenda Putri Lumimuut, Kisah Leluhur Etnis Minahasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal