Cerita Rakyat Sumatera Utara, Legenda Lubuk Emas

Ijlal Faiz
Ilustrasi (Foto: dok Humas Kemenpar)

PEMATANGSIANTAR, iNews.id -Cerita rakyat Sumatera Utara kali ini membahas Legenda Lubuk Emas. Kisah ini merupakan cerita rakyat yang berasal dari Nias. 

Dikisahkan jika Legenda Lubuk Emas tentang kesetian seorang putri raja kepada kekasihnya. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh ayahnya yang ingin menjodohkan dia dengan seorang pangeran dari negeri seberang.

Berikut Cerita Rakyat Sumatera Utara, Legenda Lubuk Emas;

Pada suatu hari hiduplah seorang raja yang berkuasa di daerah Teluk Dalam, Raja Simangolong namanya. Dia memiliki seorang putri yang bernama Sri Pandan yang amat cantik, pintar, dan seorang pekerja keras. Hal itu dibuktikan dengan kepiawaian nya dalam menenun, menganyam tikar dan terbiasa pula menumbuk padi. 

Sri Pandan begitu terkenal karena kecantikannya, semua pemuda baik rakyatnya, ataupun rakyat negeri seberang mengetahui bahwa Sri Pandan merupakan seorang putri yang sempurna. Oleh karena itu sang ayah ingin sekali putrinya ini mendapatkan seseorang suami yang sama derajatnya dan pantas untuk menjadi menantunya. Dia berharap ada pangeran dari negeri lain yang meminang istrinya agar persahabatannya dengan negeri lain semakin luas dan terjalin dengan baik.

Suatu hari Raja Simangolong amat senang mendengar kabar bahwa ada seorang Pangeran dari kerajaan Aceh yang ingin meminang anaknya Sri Pandan. Namun sang raja sekaligus ayah dari Sri Pandan ini tak serta merta menerima tawaran dari Pangeran Aceh tersebut, ia ingin bertanya kepada putrinya apakah dia bersedia dijodohkan. Oleh karena itu sang ayah pun meminta waktu kepada Pangeran Aceh untuk meminta pendapat kepada sang anak.

“Setelah putriku menyatakan persetujuannya, aku akan sesegera mungkin mengirim kabar melalui utusanku” katanya kepada Raja Aceh.

Setelah itu akhirnya utusan dari kerajaan Aceh pulang, Raja Simangolong langsung memberikan kabar itu kepada putrinya. 

“Putriku, seorang Pangeran dari Aceh telah melamarmu, engkau akan dinikahi olehnya. Sungguh aku akan sangat bahagia jika engkau mau menikah dengan Pangeran itu dan menjadi permaisuri, bagaimana menurutmu anakku?," kata sang raja.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

57 tahun lalu

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumatra Bertambah jadi 1.016 Orang, 212 Hilang

57 tahun lalu

LAZ Gerakin Salurkan Bantuan Ribuan Paket Logistik ke Korban Banjir Aceh dan Sumut

57 tahun lalu

Update Terkini Korban Bencana Aceh dan Sumatera: 836 Orang Tewas, 518 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal