"Korban pun sempat keluar dari kedai tuak berjalan kearah Jembatan Kita Kambing untuk buang air kecil. Setelah itu korban menuju sepeda motor RX King. Korban sempat tertidur diatas sepeda motor," papar Iptu Syahril.
Lima menit tertidur, kemudian korban kembali ke warung tuak. Ia kembali meminum tuak meski sudah dalam keadaan mabuk berat. Karena tetap berbicara dengan nada yang keras, pemilik warung tuak meminta kepada rekan korban untuk membawa korban pergi.
Sebelum pergi, korban pun membayar pesanannya kepada pemilik warung. Disaat pemilik warung akan memberikan uang kembalian, korban terlihat berjalan ke arah jembatan.
"Si pemilik warung tuak sempat bilang kepada rekan korban untuk mengikuti. Tetapi dibilangnya, dia biasa seperti itu. Nanti balik laginya itu," ujarnya.
Sejak malam itu, korban tak lagi pernah terlihat. Hingga pada Selasa, (23/11/2021) malam ada seorang warga Desa Mardinding menanyakan tentang keberadaan korban. Setelah itu, mereka kemudian mencari korban dan menemukannya tewas di bawah jembatan Kite Kambing.
"Korban ditemukan Pukul 23.00 WIB. Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSU Kabanjahe untuk proses pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," ucapnya.