Bambang menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal yang berada di zona outer-rise. "Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun atau normal fault," katanya.
Dia mengatakan, guncangan gempabumi ini dirasakan di Gunung Sitoli, Kab. Nias III-IV MMI. Dalam skala ini, bila gempa terjadi pada siang hari, dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Sementara di Banda Aceh dirasakan dalam skala III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Di Aek Godang, Aceh Tengah, terasa dalam skala II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.