"Sehingga situs Dhaba mengisi celah kronologi utama," ujar dia seperti dilansir dari The Sun.
Gunung Toba memuntahkan sejumlah besar abu dan batu ke atmosfer Bumi dan diperkirakan telah memicu musim dingin vulkanik yang berlangsung 6-10 tahun.
Penulis utama Profesor Chris Clarkson dari University of Queensland menambahkan, populasi di Dhaba menggunakan alat-alat batu yang mirip dengan toolkit yang digunakan Homo sapiens di Afrika pada saat yang sama.
"Fakta toolkit ini tidak hilang pada saat letusan super Toba atau berubah secara dramatis menunjukkan populasi manusia selamat dari bencana dan mereka terus menciptakan alat untuk memodifikasi lingkungan," katanya.
Para peneliti mengatakan, temuan mereka mendukung bukti fosil manusia bermigrasi keluar dari Afrika dan berkembang di Eurasia sebelum 60.000 tahun yang lalu. Ini juga mendukung temuan genetik yang dikawinkan manusia dengan spesies purba hominin, seperti Neanderthal sebelum 60.000 tahun yang lalu.