Arkeolog Ungkap Letusan Toba Nyaris Lenyapkan Peradaban di Bumi

Sindonews
Ilustrasi letusan gunung berapi. (Foto: Istimewa)

"Sehingga situs Dhaba mengisi celah kronologi utama," ujar dia seperti dilansir dari The Sun.

Gunung Toba memuntahkan sejumlah besar abu dan batu ke atmosfer Bumi dan diperkirakan telah memicu musim dingin vulkanik yang berlangsung 6-10 tahun.

Penulis utama Profesor Chris Clarkson dari University of Queensland menambahkan, populasi di Dhaba menggunakan alat-alat batu yang mirip dengan toolkit yang digunakan Homo sapiens di Afrika pada saat yang sama.

"Fakta toolkit ini tidak hilang pada saat letusan super Toba atau berubah secara dramatis menunjukkan populasi manusia selamat dari bencana dan mereka terus menciptakan alat untuk memodifikasi lingkungan," katanya.

Para peneliti mengatakan, temuan mereka mendukung bukti fosil manusia bermigrasi keluar dari Afrika dan berkembang di Eurasia sebelum 60.000 tahun yang lalu. Ini juga mendukung temuan genetik yang dikawinkan manusia dengan spesies purba hominin, seperti Neanderthal sebelum 60.000 tahun yang lalu.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Dukono Meletus Siang Ini, Kolom Abu Capai 1.500 Meter

57 tahun lalu

Ciri-Ciri Mayat Pria Ditemukan di Sungai Aek Alian Toba, Berkemeja Biru dan Sepatu Putih

57 tahun lalu

Toba Geger, Pemancing Temukan Mayat Pria Mengambang di Sungai Asahan

57 tahun lalu

Kengerian Letusan Gunung Lewotobi, Dentuman Keras Terdengar di Seluruh Pulau Flores

57 tahun lalu

Identitas Korban Tewas dan Luka Tertabrak Bus Big Bird di Toba, Dievakuasi ke RSUD Porsea

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal