Ahli Forensik Ungkap Kejanggalan Kematian Bripka AS, Polisi di Samosir yang Diduga Gelapkan Pajak

Erie Prasetyo
Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolagial Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dr Asan Petrus (Erie Prasetyo/MNC Portal)

MEDAN, iNews.id - Kasus tewasnya personel Polres Samosir Bripka Arfan Saragih (AS) terus bergulir. Polisi yang diduga gelapkan pajak kendaraan itu diklaim tewas karena meminum sianida.

Kali ini dokter forensik di Sumatera Utara turut angkat bicara. Mereka menilai ada banyak kejanggalan dalam proses forensik yang dilakukan dalam kasus tersebut.

Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolagial Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dr Asan Petrus mengatakan, kasus kematian keracunan merupakan hal yang sangat sulit untuk ditangani. 

Pasalnya, kata Asan, dalam autopsi yang dilakukan dokter forensik harus benar-benar detail untuk membuktikan penyebab sebenarnya tewasnya korban setelah mengonsumsi racun. 

"Dalam penanganannya tidak boleh ada kelemahan-kelemahan yang diabaikan. Dalam pemeriksaan jenazah yang diambil bahan untuk pemeriksaan toksikologi sebaiknya seluruh organ tubuh diambil sampelnya," kata Asan Petrus bersama empat dokter forensik lainnya di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan, Rabu (19/4/2023).

Dia menegaskan jika minimal ada tiga tempat yang harus diambil sampelnya.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sarang Narkoba di Medan Digerebek, 3 Orang Ditangkap Belasan Lainnya Kabur Nyemplung Sungai

57 tahun lalu

Tak Ada Jembatan, Siswa SMP di Medan Seberangi Sungai Deli Lewat Pipa Air ke Sekolah

57 tahun lalu

6 Debt Collector Rampas Mobil di Medan, 2 Pelaku Babak Belur Dihajar Warga

57 tahun lalu

Gudang Ekspedisi di Medan Ludes Terbakar, Kerugian Miliaran Rupiah

57 tahun lalu

DJ yang Juga Selebgram di Medan Ditangkap Polisi, Pakai Pod Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal