Ketika belajar tatap muka dilaksanakan, dia mengingatkan agar protokol kesehatan diperhatikan. Termasuk fasilitas seperti tempat cuci tangan harus berfungsi dengan baik.
"Nanti kan ada sistemnya saat belajar tatap muka, 25 persen dari masing-masing ruang kelas, atau sekitar hanya 8 orang saja per kelas yang bisa belajar setiap hari," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Medan, Adlan, menambahkan vaksinasi pelajar dikhususkan untuk yang SMP.
"Anak SD belum boleh, karena berusia dibawah 12 tahun. Fokus anak SMP saja, terus kami maksimalkan program vaksinasi ini," ucapnya.