JAKARTA, iNews.id – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis dan Jumat (11-12/10/3018) menyebabkan terjadinya bencana banjir, banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah. Dalam musibah ini, 20 orang dilaporkan tewas, 15 hilang, dan puluhan lainnya terluka.
Para korban tersebar di empat wilayah terdampak paling buruk yakni Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Sibolga di Sumut, serta Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat di Sumbar.
Data yang dirangkum, dampak terburuk bencana banjir bandang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Sedikitnya 11 siswa tewas dari madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, dan 10 lainnya hilang.
Kejadian itu berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur serta meluap menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Rata-rata korban tertimbun lumpur dan material tembok sekolah yang roboh.
Banjir juga menimbulkan kerusakan jalan dan merusak rumah warga. Total ada sembilan kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal, hingga Jumat (12/10/2018).