Warga Sri Lanka Mulai Kelaparan, Harga Sayur dan Kebutuhan Pokok Meroket

Susi Susanti
Warga Sri Lanka menderita kelaparan karena krisis yang melanda negara. (Foto: AFP)

“Orang dewasa, hanya makan kuahnya,” ujarnya.

Putra Peirera, BG Rajitkumar, adalah buruh listrik yang sudah berbulan-bulan tidak bekerja. “Harga pangan naik setiap hari,” katanya.

"Kenaikan harga eksponensial ini adalah hal paling mengerikan yang pernah saya hadapi,” katanya.

Di Pulau Budak - daerah yang dinamai berdasarkan pos pementasan yang digunakan Portugis untuk budak dari Afrika selama periode kolonial - Pereira memiliki sedikit harapan.

"Gota (panggilan Presiden Sri Lanka) sudah pergi, tapi tidak ada calon yang bisa membawa kita keluar dari kondisi yang mengerikan ini," katanya.

"Politisi terpecah. Jadi akan bertambah buruk, apa lagi yang bisa terjadi?",” tanyanya.
Para kritikus mengatakan kesengsaraan keuangan negara itu dipicu oleh pandemi virus corona dan diperparah oleh pemerintah yang salah urus.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ranil Wickremesinghe Gantikan Rajapaksa Jadi Presiden Sri Lanka, Ini Janjinya kepada Rakyat

57 tahun lalu

Mengenal 5 Kuliner Khas Sri Lanka yang Unik, Nomor 4 Nikmat Disantap dengan Kari 

57 tahun lalu

Presiden Sri Lanka Rajapaksa Resmi Mundur, Rakyat Bersuka Ria

57 tahun lalu

Singapura Pastikan Presiden Sri Lanka Datang sebagai Kunjungan Pribadi dan Tak Diberi Suaka

57 tahun lalu

Kisah Gotabaya Rajapaksa, Presiden Sri Lanka yang Disebut Penjahat oleh Rakyat 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal