"Mereka pasien secara fisik sehat, tapi positif (Covid-19). Kalau orang sehat fisik seperti itu, memang tidak mau diperlakukan seperti orang sakit, tapi kita yang dibikin sibuk," kata Roretta.
Meski sempat keluar, keduanya kemudian diminta kembali masuk ke RSUD Ogan Ilir untuk menjalani isolasi.
Lebih lanjut Roretta mengatakan, ruang isolasi kedua pasien itu memang tidak dikunci karena alasan kemanusiaan.
"Memang tidak ada ruangan yang berkunci, rasanya kita tidak manusiawi,” katanya.
Roretta menambahkan, agar insiden ini tak terulang kembali, pihaknya mengusulkan untuk menambah satu posko gugus tugas Covid-19 di Ogan Ilir.