JAKARTA, iNews.id - Distribusi vaksin Covid-19 telah sampai ke ibukota provinsi seperti Kota Palembang di Sumatra Selatan (Sumsel). Badan Pengelola Obat dan Makanan (BPOM) memastikan mutu vaksin Covid-19 asal Sinovac, China, tidak menggunakan bahan berbahaya.
Juru Bicara BPOM Lucia Rizka Andalusia mengatakan, pihaknya memastikan bahwa vaksin Sinovac tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Misalnya pengawet borax dan formalin.
"Dalam proses evaluasi untuk penerbitan persetujuan penggunaan darurat atau EUA, BPOM melakukan kajian bersama Komite Nasional Penilai Obat dan juga tim ahli di bidang imunologi dan vaksin yang tergabung dalam ITAGI serta tim ahli lain yang terkait," ujar dia dalam konferensi pers, Senin (4/1/2021).
BPOM terus melakukan penilaian uji klinis terhadap vaksin Sinovac. Mereka melihat data hasil evaluasi uji pre klinis, uji klinis fase I, uji klinis dan fase II. Bahkan, BPOM juga melihat hasil uji klinis fase III yang dilakukan selama 1 bulan setelah penyuntikan dosis kedua.
Di mana, pemantauan secara ketat dilakukan dari 30 menit usai penyuntikan hingga 14 hari pertama. Kemudian BPOM kembali memantau selama 3 bulan dan 6 bulan usai penyuntikan. Mereka akan melihat apakah ada persentase penurunan kasus serta pembentukan antibodi pada seseorang atau upaya vaksin membunuh virus Covid-19.