Vaksin Sinovac Memperbesar Alat Kelamin Pria, Ini Faktanya

Riezky Maulana
Ilustrasi vaksin. (Foto: Ist)

Dia mengatakan, gerakan penolakan vaksin atau hoaks terkait Covid-19 adalah hal yang unik. Menurutnya, baru pertama kali dalam sejarah pandemi bahwasanya gerakan penolakan atas vaksin ramai disuarakan sebum vaksin itu sendiri hadir.

"Terkait vaksinasi, atau vaksin untuk pertama kalinya dalam sejarah pandemi umat manusia, dan sejarah vaksin, yang namaya gerakan vaksin itu lahir duluan dibandingkan vaksinnya. Ini pertama kali," ujarnya.

Di hubungi secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi turut berkomentar terkait sebuah tangkapan layar berita yang mencatut logo media cnn.com berjudul “Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis”. Tangkapan layar tersebut juga dibarengi dengan sampul foto seorang dokter dan ilustrasi injeksi di alat kelamin pria.

Menurutnya, berdasarkan penelusuran yang dilakukan dapat dipastikan informasi tersebut adalah berita bohong atau palsu.

"Berdasarkan penelusuran, dilansir dari snopes.com, Artikel yang mencatut nama CNN.com itu adalah palsu. Berdasarkan pencarian pada index berita di kanal CNN.com, tidak ditemukan atikel dengan judul dan sampul seperti itu," kata Nadia.

Dia memaparkan, ilustrasi yang menunjukkan “area aman untuk injeksi” ke penis sebenarnya berasal dari instruksi manual untuk injeksi sendiri penis sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi. Gambar itu, sambungnya, diambil dari situs Kansas City, Missouri-area St. Luke’s Health System.

"Kedua, dokter yang ditampilkan tersebut bernama Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California. Kepada situs pengecekan fakta India Boom, Ardeshana mengatakan belum pernah berkomentar soal penelitian tersebut," tuturnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19

57 tahun lalu

Beredar Info Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Alat Vital Pria, Epidemiolog: Hoaks

57 tahun lalu

Gandeng Media, Dinkominfo Blora Siap Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

57 tahun lalu

Begini Alur Verifikasi Penerima Vaksin Covid-19

57 tahun lalu

722.714 Warga Majalengka Bakal Divaksin Covid-19, Nakes Tahap Pertama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal