Namun, suasana berubah drastis ketika pengantin wanita berdiri dan menyatakan ketidaksenangannya terhadap suaminya yang baru saja dinikahi.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari pihak keluarga mengenai penyebab di balik permintaan cerai yang mengejutkan tersebut. Namun, seorang penghulu yang hadir di lokasi menyarankan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.
Diketahui, pengantin pria berasal dari Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, sementara pengantin wanita merupakan warga asli Desa Betung, tempat berlangsungnya akad nikah. Berdasarkan informasi yang beredar jika pengantin wanita diduga merupakan korban pemerkosaan dari pria tersebut.