Tekan Stunting, BKKBN Kerahkan Jutaan Kader hingga ke Desa

Suwarno
Ilustrasi penanganan stunting. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mengerahkan jutaan kader untuk percepatan penanganan stunting. Terdapat 23.600 penyuluh di lapangan dan 1,2 juta kader di desa yang siap dikerahkan agar pelaksanaan penanggulangan stunting efektif dan tepat sasaran.  

“BKKBN kan punya perangkat di daerah, kita punya perwakilan di seluruh provinsi. Hampir 23.600 penyuluh di lapangan, dan 1,2 juta kader di desa. Kita akan kerahkan itu semua,” ujar Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Jumat (19/2/2021).

Untuk melakukan penurunan stunting di lapangan, pihaknya akan membuat Rencana Aksi Nasional (RAN). Para kader di desa-desa dan penyuluh itu selama ini sudah sering melakukan pendampingan kepada keluarga aseptor Keluarga Berencana (KB). ”Mereka sering datang untuk sosialisasi dan advokasi supaya masyarakat mau menggunakan alat kontrasepsi,” katanya.

Selain itu, kata Hasto, pihaknya juga menggandeng berbagai pihak seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Pihaknya juga telah menandatangani kerjasama dengan Fatayat NU. ”Kita juga akan kerahkan mahasiswa menjadi pendamping dan mendata stunting. Saya juga gandeng swasta, BUMN, BUMD. Kami harus lebih banyak menggandeng swasta,” tuturnya.

Menurut Hasto Fatayat NU memiliki jaringan terutama kelompok perempuan dan anak perempuan yang memiliki kebutuhan khusus terkait kesehatan reproduksi, termasuk untuk mendapatkan layanan KB atau kesehatan reproduksi, serta pencegahan atau penanggulangan kekerasan berbasis gender. 

"Kebutuhan untuk kerja sama yang bermakna ini semakin nyata dalam masa pandemi COVID-19 ini, di mana berbagai keterbatasan semakin dirasakan, dan terobosan baru dibutuhkan untuk memastikan perempuan dan anak perempuan mendapatkan layanan ini," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pernikahan Dini dan Alarm Darurat, Simak Obrolan Kepala BKKBN dan Gus Miftah di iNews Pukul 20.30 Ini

57 tahun lalu

Wagub Sumsel Sebut Program Pengentasan Kemiskinan Perlu Ditingkatkan

57 tahun lalu

Palembang Rawan Narkoba, BNN Sumsel Siapkan Kampung Bersinar

57 tahun lalu

Kemiskinan di Sumsel Peringkat 10 Nasional, Ini Saran Anggota Dewan

57 tahun lalu

BKKBN Sulut Canangkan Rumah Dataku Mangrove Kampung KB Transpatoa di Bolsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal