"Tapi sampai hari ini tidak ada kabar, sementara lubang kubur yang telah digali dan digunakan terus bertambah, totalnya kini menjadi 49," kata dia.
Apalagi, lanjut Mimin, meningkatnya jenazah yang dimakamkan di TPU Gandus, membuat mereka kini kewalahan. Bahkan, dalam satu hari mereka pernah menggali hingga 12 lubang kubur.
"Makanya sudah satu minggu ini kami menambah satu orang. Meski begitu yang bersangkutan juga belum mendapatkan upah," katanya.
Masalah upah ini sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak terkait. Kemudian, didapati keterangan jika sisa upah akan dibayarkan awal Juni 2020, tapi hingga saat ini mereka belum mendapatkan kejelasan.
"Kami setop kerja dulu sampai upahnya dilunasi," katanya.
Sementara itu, Sekda Pemkot Palembang Ratu Dewa mengatakan dirinya sempat menerima laporan jika upah bagi penggali kubur tersebut telah dibayarkan.
Meski begitu, dirinya akan mengkonfirmasi kembali ke Dinas Pera-KP sebagai instansi yang menanganinya.
"Coba saya konfirmasikan dulu ke dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti," kata Ratu Dewa.