Sungai di Sumsel Tercemar akibat Aktivitas Pertambangan

Antara
Kualitas air sungai di Sumsel rendah akibat berbagai aktivitas yang salah satunya pertambangan. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Peneliti Hidrolik dan Lingkungan Universitas Bina Darma Palembang Prof Dato Achmad Syarifuddin mengatakan, dari beberapa penelitian kualitas air sungai seperti di Kabupaten Muara Enim, kandungan kimia air sungai mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketika melintasi aktivitas tambang batubara.

“Penurunan kualitas air Sungai Enim cenderung meningkat secara signifikan akibat adanya kegiatan industri pertambangan batubara sehingga berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perbaikan kualitas lingkungan hidup utamanya sungai membutuhkan keseriusan dari seluruh instansi terkait, terutama, oleh lembaga pengawasan dalam memberikan sanksi. Sehingga, pelaku usaha di industri pertambangan dapat lebih memperhatikan kondisi air sungai.

Terpisah, warga Kecamatan Karang Jaya dan sejumlah desa di Kecamatan Rupit, Muratara mengeluhkan air Sungai Rupit yang terus keruh karena aktivitas tambang emas ilegal. Warga berharap, ada tindakan pemerintah sehingga Sungai Rupit kembali jernih. 

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dongkrak Minat Baca Pelajar, Ini yang Dilakukan Dinas Perpustakaan Sumsel

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Tanto Wijaya, Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Sumsel

57 tahun lalu

Polda Sumsel Dalami Peran Pria yang Kedapatan Membawa 4 Kilogram Sabu

57 tahun lalu

Terungkap, 39 warga Sumsel Sempat Terpapar Paham Radikal Gabung NII

57 tahun lalu

Cuaca Sumsel 3 Juni, Potensi Hujan di Palembang dan Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal