Sementara Herman Deru mengingatkan agar tulisan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan Hadist yang dibuat kaligrafi memberikan edukasi bagi orang yang membacanya. Dia juga memberikan apresiasi gencarnya kegiatan lomba Tahfidz di Sumsel karena sejalan dengan program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz yang hingga saat ini masih gencar dilaksanakan di Sumsel.
"Lomba tahfidz ini yang berkaitan langsung dengan program saya sebagai Gubernur. Bahwa pengembangan Rumah Tahfidz itu tidak hanya kita kejar kuantitasnya tapi pasti kualitasnya sebagai wadah mencetak anak-anak Sumsel generasi mendatang yang Qur'ani," katanya.
Menurutnya program Rumah Tahfidz yang kian menjamur di Sumsel tidak terbatas hanya di satu ormas Islam saja. Namun bisa dikembangkan dilintas ormas baik itu di bawah Muhammadiyah, Nahdtalul Ulama (NU) serta lembaga lainnya.