Sumsel Terapkan PPKM, Epidemiolog: Alarm bagi Pemda

Antara
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Sumsel termasuk lima provinsi tambahan yang akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Anggota Tim Ahli Covid-19 Sumatera Selatan bidang epidemiologi, Iche Andriany Liberty menilai hal ini sebagai alarm penanganan Covid-19.

"Alarm untuk kabupaten/kota supaya lebih kuat lagi berupaya mengendalikan pandemi COVID-19 terutama peduli dengan strategi 3T," katanya, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia hingga saat ini belum semua kabupaten/kota di Sumsel kompak dalam penanganan 3T  yakni testing, tracing dan treatment karena penambahan kasus baru cenderung hanya dari daerah-daerah tertentu.

Padahal positivy rate Covid-19 di Sumsel masih di angka 28 persen yang berarti tingkat testing menurun di tengah penyebaran virus yang masih meluas.

"Tampak dari kasus positif di Sumsel yang menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir setelah pekan-pekan sebelumnya menunjukkan tren penurunan," kata dia.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPKP Kawal Akuntabilitas Keuangan Bidang Pertanian di Sumsel

57 tahun lalu

Hanya 5 Hari, Polda Sumsel Tangkap 37 Pengedar Narkoba

57 tahun lalu

Pengurus Panti Asuhan di Sumsel Diminta Produktif

57 tahun lalu

Penggunaan QRIS di Sumsel Tertinggi Kedua di Sumatera

57 tahun lalu

BMKG: Musim Kemarau di Sumsel Mundur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal