Prasasti Tanjore menjadi salah satu sumber sejarah kerajaan Sriwijaya yang ditemukan abad ke-11 di India yang mengisahkan takluknya Kerajaan Sriwijaya oleh Raja Chola.
Dikutip dari gramedia, nama dari Kerajaan Sriwijaya diambil dari bahasa Sansekerta yang berasal dari kata ‘Sri’ memiliki arti cahaya serta ‘Wijaya’ yang memiliki arti kemenangan. Sehingga, arti dari nama kerajaan ini merupakan kemenangan yang gemilang.
Sebagai negara maritim, berdirinya Kerajaan Sriwijaya ini memberikan pengaruh yang cukup besar di Nusantara. Kerajaan ini diketahui berdiri pada abad ke-7 dan pendiri sekaligus raja pertama dari kerajaan ini merupakan Dapunta Hyang Sri Jayansa.
Prasasti Kedukan Bukit menjelaskan, Dapunta Hyang melakukan perjalanan dengan 20.000 tentaranya dari Minanga Tamwan menuju Palembang, Jambi dan Bengkulu. Pada perjalanan tersebut, Dapunta Hyang mampu menaklukkan daerah – daerah strategis untuk perdagangan Sriwijaya.
Masa-masa kejayaan kerajaan Sriwijaya, yaitu dapat mengendalikan perdagangan jalur utama. Selat Malaka serta daerah-daerah kekuasaan lainnya yang meliputi Thailand Selatan, Kamboja, Sumatera, Semenanjung Malaya hingga sebagian wilayah Jawa.