Khairul menambahkan, bahan-bahan didapatkan di bengkel-bengkel terdekat. Proses pengerjaan untuk satu wastafel dilakukan selama satu hari. Waktu yang lama tersebut digunakan mulai pembuatan pola, pembentukan dan pengecetan.
Meski dari bahan bekas, ternyata wastafel ini dijual dengan harga lumayan. Harga wastafel bentuk mawar tanpa drum Rp800.000
"Untuk yang palai drum hingga Rp1.500.000. Alhamdulillah pesanan banyak, pelanggannya kebanyakan perusahaan sekitar, masjid," kata dia.
Usaha ini membuat khairul bahri dapat memberdayakan pemuda kampung yang terkena PHK akibat pandemik Covid-19 ini.
Sementara itu, seorang warga bernama Titis Puspita Dewi memuji kreativitas yang dilakukan pemuda kampung ini.
"Sejauh ini bagus, warga lebih kreatf dan menambah penghasilan. Jadi melihat bahan bekas bukan sekadar bahan bekas tapi bisa menghasilkan uang juga," kata dia.