PALEMBANG, iNews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menindaklanjuti dugaan tindak kekerasan oknum kepala SMP terhadap seorang anak muridnya. Pelajar tersebut berinia H (15) harus menjalani operasi di bagian perut di RSUD Bari diduga karena dipaksa push up 100 kali dan ditampar serta diinjak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti dugaan kekerasan tersebut dengan langsung menghubungi kepala sekolah bersangkutan. Menurut Zulinto, F selaku kepala SMP swasta tersebut mengaku tidak ada kekerasan yang dilakukan terhadap seorang anak murid tersebut.
Meskipun memang F membenarkan, kata Zulinto, dirinya pernah memberi hukuman berupa push-up kepada H pada November 2021 karena yang bersangkutan itu terlambat masuk sekolah.
"Saya minta dijelaskan bagaimana peristiwanya. Kemudian F mengakui dia (H) di push-up tapi itu tidak ada kekerasan (kontak fisik)," katanya.
Informasinya saat ini H mengalami sakit usus buntu dan dioperasi sejak bulan Januari. Sekalipun demikian, ia meminta, pihak rumah sakit harus menjelaskan hasil pemeriksaan medisnya untuk dapat diketahui lebih jauh apakah sakit yang diderita H itu berkesinambungan dengan dugaan kekerasan.