Senjata tradisional Sumatera Selatan berikutnya Skin. Berdasarkan beberapa sumber, senjata ini juga disebut taji ayam atau rambai ayam, karena bentuknya melengkung seperti ekor ayam jantan.
Skin digunakan dengan cara digenggam dan saat menyerang fungsinya untuk menusuk. Senjata ini muncul oleh adanya akulturasi budaya antara budaya tionghoa dan budaya melayu. Umumnya senjata ini dibuat oleh pandai besi dengan panjang sekitar 25-30 cm dan 10-15 cm bentuk taji ayamnya.
Dikutip dari perpustakaan.id, masyarakat Sumatera Selatan percaya bahwa senjata ini memiliki kedudukan penting karena juga dianggap sebagai senjata keramat dan diyakini berdaya magis. Sementara itu jika dilihat dari segi budayanya, senjata ini memiliki banyak simbol kemanusiaan seperti kesabaran, ketelitian, ketekunan dan lain sebagainya.
Pegangan skin ini terbuat dari kayu. Di ujung pegangan lainnya terdapat lubang agar muda dipegang dengan jari. Senjata ini digunakan dalam jarak dekat yang biasanya digunakan dalam keadaan mendesak.
Senjata tradisional Sumatera Selatan terakhir yakni Klewang Palembang. Senjata satu ini memiliki kemiripan dengan pedang, namun memiliki gagang dan sarung yang dihiasi dengan permata atau disebut Regalia.