Sampai saat ini dari pihak korban belum ada yang menuntut atas peristiwa tersebut. Pihaknya akan terus berkomunikasi dengan korban bersama pemerintah kota serta stakeholder terkait agar bisa membantu mencarikan solusi. Khususnya terkait dengan kesehatan warga yang menjadi korban.
Hasil pantauan Kapolres secara langsung menyebutkan kalau kondisi jembatan memang kurang kokoh. Dia sudah menyampaikan kepada masyarakat dusun untuk berhati-hati bila menggunakan jembatan agar tidak dalam jumlah banyak.
Sementara itu Kapolres mengaku telah meninjau langsung sejumlah korban yang mengalami luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit AR Bunda. Total ada delapan korban yang mengalami luka-luka.
"Kebetulan dari delapan orang tersebut, tiga dirawat di Rumah Sakit AR Bunda dan lima dirawat di Rumah Sakit Petanang," katanya.
Keempat orang yang dirawat di RS AR Bunda tersebut kondisinya sudah membaik. Namun ada satu pasien yang akan diambil tindakan untuk menjahit di belakang kepalanya, sedangkan lainnya dalam kondisi sadar.