Pemerintah juga berencana memulai vaksinasi dosis penguat bagi kelompok lanjut usia sebab kelompok ini rentan terinfeksi. Pemberian dosis penguat akan dilakukan jika vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai hampir seluruh populasi sasaran. Selain perluasan cakupan vaksinasi, pemerintah juga mengajak masyarakat membatasi mobilitas dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kasus selalu naik setiap (selepas) libur,” ujar Nadia, Senin (20/12/2021).
Pemerintah mengajak masyarakat mengendalikan kenaikan mobilitas agar tidak lebih dari 10 persen selama liburan akhir tahun. Hal itu untuk memastikan tidak ada penumpukan orang dan pergerakan terlalu tinggi. Pengendalian mobilitas antara lain dengan memastikan bahwa semua yang ingin berpergian dan berusia di atas 12 tahun, telah mendapat vaksinasi dosis lengkap dan menunjukkan hasil negatif tes antigen.
”Bagi yang berusia di bawah 12 tahun, wajib menunjukkan hasil negatif PCR. Ada pun bagi yang berusia di atas 12 tahun dan belum divaksinasi lengkap, harus menunjukkan hasil negatif PCR dan keterangan dari rumah sakit yang menjelaskan alasan belum bisa mendapat vaksinasi lengkap,” ucapnya.
Karena itu, sebagai pelajar dan anak muda, kader IPPNU aktif terlibat menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan ketat. Kader-kader IPPNU membuat berbagai materi di media sosial maupun sarana komunikasi lain untuk menyosialisasikan cara-cara pengendalian pandemi.