Satgas Karhutla Muba Gencar Patroli di Kawasan Rawan Kebakaran

Antara
Helikopter Super Puma milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melakukan water bombing di Muara Medak, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (21/8/2019). (Foto: Antara/Wahdi Septiawan/nz)

PALEMBANG, iNews.id - Satuan Tugas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengencarkan patroli di kawasan rawan, terutama di Muara Medak, Kacepatan Bayung Lencir, Minggu (22/8/2021). Patroli dinilai lebih efektif karena sekaligus  sosialisasi ke masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah II Lalan Mendis Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Hakim Prasetya mengatakan patroli ini melibatkan berbagai instansi, seperti TNI/Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten, KPH hingga warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api. Dalam patroli juga diimbau warga agar lebih waspada saat memasuki hutan semisal untuk mencari kayu atau memancing agar tidak meninggalkan benda-benda rawan terbakar.

“Kami (satgas) bukan hanya fokus pada pemadaman, tapi juga pada tindakan pencegahan. Patroli sebagai langkah jitu, karena selain memantau langsung, kami juga bisa sekaligus sosialisasi,” kata Hakim, Minggu (22/8/2021).

“Misal membuang putung rokok sembarangan. Ini seperti sepele, tapi terkadang karhutla hebat berawal dari sini,” ujarnya lagi.

Dia mengatakan, pemerintah juga tidak dapat menutup mata bahwa sudah ada masyarakat yang terlanjur hidup di kawasan hutan. Mereka juga telah mendapatkan izin untuk dapat mengelola hutan melalui konsep perhutanan sosial.

Sehingga, tak ada cara lain selain memberikan pemahaman ke mereka mengenai dampak buruk dari karhutla. Untuk itu, satgas juga telah membentuk Brigade Karhutla dengan menggandeng tokoh masyarakat dan warga setempat.

Selain Brigade Karhutla, warga juga dilibatkan dalam pembentukan Regu Peduli Air (Repair) gambut, yang tugasnya mempertahankan tinggi muka air gambut. Ini penting karena saat musim kemarau, pada umumnya gambut mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar, katanya lagi.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran Rumah di Bukittinggi, Lansia Tewas Terjebak Api saat Selamatkan Emas

57 tahun lalu

RSUD Syekh Yusuf Gowa Terbakar, Pasien Berhamburan Keluar Ruangan

57 tahun lalu

Gegara Cas HP di Atas Kasur, Rumah di Mojokerto Hangus Terbakar

57 tahun lalu

Kronologi Bus Coyo Terbakar di Pantura Cirebon, Berawal dari Korlseting AC

57 tahun lalu

Bus Coyo Terbakar Hebat di Pantura Cirebon, Penumpang Panik Berhamburan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal