Sandiaga juga menilai, produk ekraf yang dihadirkan pada AKI di Kota Palembang saat ini telah memiliki kualitas yang baik. Namun, diharapkan agar para pelaku ekraf dapat lebih proaktif mengambil peluang usaha agar usaha yang dijalankan bisa naik kelas.
"Produk yang dihadirkan di sini harus bisa mendunia, dari 20 peserta yang ada mereka bisa menjadi lokomotif dari ekonomi kreatif khususnya di Palembang, Sumatera Selatan, untuk lebih berkembang ke depan," katanya.
Berdasarkan penelitian pada 80 tahun lalu, tambah Sandiaga, terdapat tiga orientasi kewirausahaan yakni proaktif, inovasi dan berani. Khusus di Palembang, ketiga aspek itu dapat ditopang melalui dua dasar. Pertama, nilai-nilai keutamaan bagi seorang entrepreneur ialah memiliki rasa empati.
"Kenapa dia bergerak karena dia ingin membantu, banyak dari pelaku di sini yang tidak mencari sekadar untung rugi tapi ingin membuka lapangan kerja, ingin memberi penghidupan kepada masyarakat yang saat ini sedang kesulitan. Mereka ingin menjadi bagian dari solusi," kata Sandiaga.
Kedua, ialah universalisme atau dalam konsep kewirausahaan Indonesia disebut gotong royong. Hal ini dilakukan dengan cara saling bergandengan tangan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.